Tampilkan postingan dengan label STRUKTUR BETON. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label STRUKTUR BETON. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Maret 2017

Perbedaan antara Plastis, Elastis dan Daktilitas

Saya itu termasuk orang yang terlambat dalam memahami sesuatu. sering lupa sama istilah-istilah yang penting dalam dunia ilmu sipil. pas ditanya temen apa perbedaan antara plastis, elastis, dan daktilitas saya mikir lama banget *malu banget karena saya gak pernah dengerin dosen nerangin, malah asik ngobrol sendiri dengan temen. Jadi saya buka-buka internet nyari apa sih itu elastis, plastis dan daktilitas?

Plastis adalah sifat benda yang gak bisa kembali ke bentuk semula. ambil contoh aja adonan kue pas habis di oven kan gak bisa tuh balik seperti semula, intinya sih benda yang pas dirubah bentuknya gak bakal bisa kembali seperti semula (kaya hati yang sudah menemukan tambatan hati baru, gak bakal kan balik kaya dulu sama mantan kalo gak cinta lagi) eh.

Elastis adalah sifat beda yang mau kamu bentuk bentuk sedemikian rupa bakal balik ke bentuk aslinya. contohnya karet, mau kamu tarik seberapa panjang pun akan balik lagi. (kaya jodoh mau jungkir balik kalo dia jodoh kamu juga bakal balik lagi)

Daktilitas adalah seberapa lama sutu benda mampu menahan plastisnya. (kaya kamu yang lagi cinta-cinta trs diputusin ditengah jalan)

wah, mimin kayanya lagi seneng sama perumpamaan cinta-cintaan nih.

Nanti dilanjut lagi ya yang lebih spesifik.

Salam

Minggu, 17 Agustus 2014

STRUKTUR PELAT

Definisi
Pelat adalah elemen horizontal struktur yang mendukung beban mati maupun beban hidup dan menyalurkannya ke rangka vertikal dari sistem struktur

Tinjauan Umum Pelat
Pelat merupakan struktur bidang (permukaan) yang lurus, (datar atau melengkung) yang tebalnya jauh lebih kecil dibanding dengan dimensi yang lain. 
Segi statika, kondisi tepi (boundary condition) pelat dibagi menjadi :
Tertumpu bebas (plat di cor dengan dinding atau batu kali)à ujung tumpuan berputar
Tidak tertumpu (free) à harus diimbangi jepit penuh pada sisi lain
Jepit elastis à ujung tumpuan sedikit berputar, momen negatif ada tapi kecil
Jepit penuh (cor monolit dengan balok / kolom) à ujung tummpuan tidak berputar , ada momen negatif yang besar .

Berdasarkan aksi strukturalnya, pelat dibedakan menjadi empat (Szilard, 1974)

Pelat kaku : merupakan pelat tipis yang memilikki ketegaran lentur (flexural rigidity), dan memikul beban
dengan aksi dua dimensi, terutama dengan momen dalam ( lentur dan puntir) dan gaya geser transversal,
yang umumnya sama dengan balok. Pelat yang dimaksud dalam bidang teknik adalah pelat kaku, kecuali
jika dinyatakan lain. 

Membran : merupakan pelat tipis tanpa ketegaran lentur dan memikul beban lateral dengan gaya geser aksial
dan gaya geser terpusat. Aksi pemikul beban ini dapat didekati dengan jaringan kabel yang tegang karena
ketebalannya yang sangat tipis membuat daya tahan momennya dapat diabaikan.

Pelat flexibel : merupakan gabungan pelat kaku dan membran dan memikul beban luar dengan gabungan aksi
momen dalam, gaya geser transversal dan gaya geser terpusat, serta gaya aksial. Struktur ini sering dipakai
dalam industri ruang angkasa karena perbandingan berat dengan bebannya menguntungkan .

Pelat tebal : merupakan pelat yang kondisi tegangan dalamnya menyerupai kondisi kontinu tiga dimensi .

PERENCANAAN PLAT
1. Tebal Pelat

Tabel di atas menggunakan beton normal (w =2300 kg/m3 dan baja tulangan fy = 400 Mpa
Untuk beton ringan ( w = 1500 s/d 2000 kg/m3nilai harus dikalikan dengan (1,65-0,005 Wc) dan tidak kurang dari 1,09 di mana Wc = unit masa dlm kg/m3
Untuk fy lain dari 400 Mpa, nilai harus dikalikan dengan (0,4 + (fy/700))

Untuk lebih jelas bisa download cara perhitungan pelat lantai disini

Kamis, 19 September 2013

PENGERTIAN AWAL BETON

- Beton Polos (kuat desak tinggi)
-Tulangan Baja (kuat tarik tinggi)



Adukan beton terdiri dari campuran semen (pc), agregat halus (pasir), agregat kasar (krikil), dan air dalam selang waktu tertentu. Adukan beton harus menjadi padat, kera, dan kedap air, dan juga harus kental (plastis).

Benda uji beton berupa kubus berukuran 150mm x 150mm dan silinder berdiameter 150mm, tinggi 300mm.
untuk benda uji kubus, harus digunakan konversi kuat desak  fc' (kualitas beton yang diisyaratkan dalam Mpa) sbb:

f'c = {0,76+0,2Log(f'ck/15)}f'ck

f'ck  : kuat desak rancang dengan kubus 150mm (Mpa)

contoh soal :

Hasil uji kubus diperoleh nilai k-225. Berapa nilai bila di konversi ke silinder ?

Penyelesaian :
α = 0,76 + 0,2  Log (22,5/15)
   = 0,806

f'c = α f'ck =0,806. 25,5 = 20,55 Mpa

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India