Tampilkan postingan dengan label Interior. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Interior. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juni 2012

Menyulap Ruang dengan Karpet

Melihat lantai yang putih atau warna yang itu-itu saja membuat anda menjadi bosan. Solusi untuk menyulap ruangan menjadi lebih indah dipandang dan menganti suasana ruangan yang tadinya membosan menjadi lebih menyenangkan adalah dengan menggunakan karpet untuk menghias lantai ruangan anda. Nah, berbagai karpet tersedia di pasaran namun mencari karpet yang cocok dengan selera anda dan tema ruangan tidak mudah lho.. Harus disesuaikan dengan warna dan motif untuk ruangan itu sendiri. Ini adalah beberapa rekomendasi tentang motif karpet untuk aksen ruangan, check it :

Untuk Ruang Keluarga dapat digunakan berbagai motif karpet , diantaranya : karpet berbentuk mozaik, floral, polos dengan perpaduan warna dan lain sebagainya.





Karpet untuk ruang tamu agar berkesan lebih hidup kita beri motif foral agar tamu lebih nyaman berada di dalam rumah.

Karpet untuk menghangatkan kamar tidur. Karpet yang berbulu tebal dapat menghangatkan kamar tidur.


Karpet untuk tangga berfungsi agar tidak licin dan memberikan kesan lebih berwarna.




Pada dasarnya kita dapat mendesain ruangan dengan aksen karpet yang kita sukai. Namun, kita juga harus melihat perpaduan warna yang cocok dengan ruangan dan fungsi ruangan itu sendiri. selamat mencoba.

Inspiration by Home

Selasa, 05 Juni 2012

Elemen-elemen di Dapur

Backsplash

Fungsi backsplash adalah melindungi dapur dari cipratan dan noda serta memperindah tampilan dapur. Backsplash biasanya terbuat dari kramik karena elemen kramik mudah dibersihkan, hanya dengan air dan kain lap saja kotoran langsung hilang. Untuk mempercantik tampilan Backsplash dapat juga digunakan kramik yang berwarna senada dengan top table, alternatif lain dapat juga digunakan kaca agar dapur terkesan lebih luas dan modern. Agar terlihat alami dan sejuk, dapat juga kramik dipadupadankan dengan batu alam. Namun, kekurangannya adalah susah dalam perawatanya .



Top Table

Top table merupakan meja yang berisi kompor. Untuk memilih bahan yang digunakan dalam membuat top table harus bahan yang tahan terhadap panas biasanya digunakan bahan-bahan dari material batu marmer ataupun granit. Batu-batuan ini memiliki karakter yang kuat dan tahan panas. Adapun material buatan yang terbuat dari hasil campuran akrilik resin, polyester, pigmen warna, mineral dan formula khususlain yang disebut solid surface. Namun, material ini cukup mahal. Oleh karena itu dapat digunakan kramik , tapi kramik pun harus dilapisi perekat pengisi nat yang tahan minyak dan pemuaian suhu akibat perubahan suhu di meja dapur.





Sink

Sink adalah tempat untuk mencuci piring kotor. Sink juga disebut bak cuci piring. Bentuknya bermacam-macam diantaranya single bowl, double bowl, half bowl.  Sink umumnya terbuat dari stainless steel namun ada juga yang terbuat dari enamel, keramik, kuningan, dan lain sebagainya. Bahan Sink dapat dipadupadankan dengan konsep dapur yang ingin anda buat contohnya anda ingin membuat dengan dapur bergaya country dengan membuat sink dengan bahan berupa kuningan.



Nah, ketiga elemen tersebut merupakan elemen yang penting di dapur... sekarang tinggal anda yang dapat menentukan desain dapur apa yang cocok untuk tema rumah anda... 


Inspiration by Bintang Home

Sabtu, 02 Juni 2012

Mempercantik Ruangan dengan Wall Sticker




















Bosen gak sama ruangan yang gitu-gitu aja?polos dan bikin sumpek. Kini ada solusi yang lagi digemari oleh para desain interior rumah yaitu wall sticker. Hampir sama seperti wallpaper akan tetapi kalo walpaper kan ngeblog disatu dinding, kalau wall sticker bentuk nya seperti puzzle dan kita hanya butuh ketekunan untuk menyatukannya menjadi gambar yang utuh. Harga wall sticker lebih murah , tergantung kebutuhan juga. Harga dibandrol dari sepuluh ribu rupiah loh... mau nyoba?
Tips memasang wall sticker :
1. Pastikan Tembok/dinding bersih dan tidak berminyak
2. Perkirakan ukuran wall sticker dengan ruangan yang ingin dipasang.
3. Gunkan motif yang selasar dengan tema yang anda inginkan.
4. Pastikan wall sticker anda merekat sempurna. Apabila anda bosan wall sticker di lepas pelan kemudian di tempel dikertas semula, agar lebih hemat.


Inspiration by Bintang Home

Sabtu, 14 Januari 2012

Sistem Penghawaan Ruangan

Pengudaraan atau penghawaan menjadi salah satu pengaruh besar dalam terciptanya  kenyamanan suatu ruangan perkuliahan. Dalam hal ini tidak hanya sinar matahari yang menjadi penentu suatu ruagan melainkan juga arah angin yang membuat ruangan menjadi sejuk. Angin dapat digunakan untuk mengatur udara di dalam ruangan, karena angin (udara yang bergerak) menghasilkan penyegaran terbaik dengan cara penguapan yang menurunkan suhu pada kulit manusia.(Heinz Frick& FX.Bambang Sukiyatno, 1998: 58)
Tubuh manusia hangat oleh pembakaran makanan. Hanya 20% dari energy yang kita peroleh dari makanan dijadikan gerak. 80% energy makanan dijadikan panas untuk mempertahankan agar kita tetap hidup. Tebuh memerlukan mekanisme pembuangan agar tidak kelebihan panas. Ketika manusia bergerak lebih aktif, dia memancarkan lebih banyak panas dalam keadaan. Dalam keadaan  berbariang tenang, dikatakan mempunyai nilai met= 0,8. Sebaliknya , ketika berolahraga lari 15 km/jam, nilai met menjadi 9,5.
Aktivitas dan Metabolisme
No
Aktivitas
Met
Watt/m2
1
Duduk tenang
1,0
58
2
Berdiri Santai
1,2
70
3
Aktivitas biasa (kantor,rumah tangga, sekolah)
1,2
70
4
Dosen mengajar di depan kelas
1,6
95
Tabel 1.2 Sumber : www.innova.dk dalam Fisika Bangunan 1 oleh Prasasto Satwiko

Untuk menghitung aliran udara dalam mempertahankan suhu ruangan dengan cara mengetahui suhu ruangan, udara luar, sumber panas, volume ruang, luas jendela dan bukaan. Dengan rumus :

N = H/0,33V(ti-t0)

N : Aliran Udara
H : jumlah sumber panas x aktivitas manusia
ti : Suhu ruangan
t0 : Suhu luar Ruangan
V : Volume ruangan
A : Luas Jendela dan bukaan (Ventilasi)

Q = VN/3600 m3/dtk

Q : Kecepatan Angin
Kecepatan Angin yang melewati jendela V=Q/A. agar terjadi penyejukan secara fisiologis diperlukan kecepatan antara 0,5 ~ 1 m/dtk. (Prasasto Satwiko, 2004 : 57 )

Sistem Pencahayaan Ruangan

Pada jaman modern ini semakin banyak gedung-gedung besar yang berfungsi sebagai kantor pusat, supermarket, markas komando, ruang-ruang kuliah besar dan sebagainya. Sudah tidak mempergunakan lagi cahaya matahari sebagai sumber penerangan, karena dianggap kurang dipercaya pasang surut cerah terangnya. Namun, cahaya matahari merupakan sumber penerangan yang berkedudukan mutlak, sangat penting dan harus kita manfaatkan. (Dipl.Ing.Y.B.Mangunwijaya, 1980 : 239)
            Oleh sebab itu ada kebutuhan untuk menghitung secara rasional, berapa cahaya matahari yang  sebaikknya dimasukkan kedalam ruangan yang berpangkal pada pengertian faktor cahaya siang hari maupun faktor terang langit.
Faktor Cahaya Siang hari menunjuk pada prosentase dari jumlah terang siang hari yang jatuh pada suatu titik pada bidang di dalam suatu ruangan. Perbandingan antara kekuatan terang pada titik tersebut (di dalam ruangan) dengan kekutan terang yang pada saat itu menerangi lapangan terbuka. (Dipl.Ing.Y.B.Mangunwijaya, 1980 : 240)
            Terang Langit sumber cahaya yang diambil sebagai dasar untuk penentuan syarat-syarat yang diambil sebagai dasar untuk penentuan syarat-syarat mengenai penerangan alami siang hari. (Dipl.Ing.Y.B.Mangunwijaya, 1980 : 243)
            Kejelasan suatu obyek tergantung oleh : iluminan (banyak arus cahaya yang datang pada satu unit bidang yang diterangi), ukuran obyek, dan kontras antara obyek dengan sekitarnya. Kontras antara obyek dengan latar belakang perlu tinggi agar obyek mudah dikenal. Setipa 1 % penurunan kontras harus diimbangi 15% tambahan kekuatan penerangan.(Prasasto Satwiko, 2004 :  93)
            Bukaan (jendela) sebaiknya menghadap ke utara atau ke selatan untuk memperkecil kemungkinan sinar langsung matahari masuk kedalam ruangan. Ingat pula bahwa menghindari sinar langsung matahari bukan berarti kita tidak boleh menatap ke langit. Tatapan ke langit biru dan awan-awannya pada saat-saat tertentu amat diperlukan untuk melepas pandangan dan mendekatkan pada alam. Membuat jendela selebar-lebarnya akan lebih menguntungkan daripada jendela sempit. Bila terlalu banyak cahaya, dapat digunakan tirai untuk menutup sebagian jendela agar didapat penerangan sesuai dengan yang dikehendaki. Jendela timur dan barat perlu dilindungi tirai (di sisi luar) agar panas dan sinar matahari pagi dan sore hari yang tajam tidak mengganggu. (prasasto Satwiko, 2004 : 98-99)
            Oleh karena  itu  lebar jendela agar cahaya yang masuk ke dalam ruangan cukup dapat dihitung dengan rumus :
L1= L(1 +  t/D)
L1= Lebar lubang
L = Lebar lubang Effektip
t  = Tebal tembok
D = jarak titik ukur ke bidang lubang cahaya effektip
H1 = H (1+t/D)
H1=  Tinggi lubaang
H = Tinggi lubang effektip
Ukuran standar dari pencahayaan lubang jendela :
H/D
L/D
Lubang Cahaya atau jendela
1,9
0,1
lebar 0,4 m
tinggi 3,8 m
Luas 1,52 m
0,8
0,2
Lebar 0,8 m
tinggi 1,64 m
Luas 1,31 m
0,6
0,3
lebar 1,20 m
tinggi 1,24 m
Luas 1,49 m
0,52
0,4
lebar 1,60 m
tinggi 1,04 m
Luas 1,66 m
0,47
0,5
lebar 2,00 m
tinggi 0,94 m
Luas 1,98 m
Tabel 1.1 (Dipl.Ing.Y.B.Mangunwijaya, 1980 : 259)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India