Selasa, 14 April 2015

Steel Deck

Steel Deck merupakan plat baja galanized pengganti papan bekisting yang dipergunakan sebagai lapisan paling dasar pada pengecoran dak beton. Plat ini memiliki tebal 0,75 mm terbuat dari baja High Tensil G550. Permukaannya berprofil gelombang menyerupai huruf W. Profil ini berfungsi untuk memperkuat daya lekat beton ke plat terhadap gaya geser dan konstruksi dak. Selain itu juga memperkecil kemungkinan retak pada hasil pengecoran.
Keuntungan Steel Deck antara lain :
·           Menghemat penggunaan perancah atau tiang-tiang penyangga saat proses pengedakan.
·           Menghemat volume adukan cor semen, karena permukaannya yang bergelombang yang berfungsi juga sebagai penguatan.
·           Menghemat waktu pengerjaan karena dengan campuran cor yang tepat, tiang-tiang perancah dapat dilepas lebih cepat.
Kerugian Steel Deck adalah plat baja yang dapat menuai karena temperatur maka disarankan untuk memakai tulangan susut yang berfungsi untuk mengatasi keretakan lantai beton akibat perubahan temperatur dan membagi beban merata. Untuk plat antara 9-12 cm digunakan jaring kawat berdiameter 5 mm dan untuk ukuran 13-16 cm dapat digunakan jaring kawat berdiameter 8 mm.


Minggu, 17 Agustus 2014

Perencanaan Transportasi

Untuk Materi bisa di download di link dibawah ini :

Konsep Perencanaan Transportasi


STRUKTUR PELAT

Definisi
Pelat adalah elemen horizontal struktur yang mendukung beban mati maupun beban hidup dan menyalurkannya ke rangka vertikal dari sistem struktur

Tinjauan Umum Pelat
Pelat merupakan struktur bidang (permukaan) yang lurus, (datar atau melengkung) yang tebalnya jauh lebih kecil dibanding dengan dimensi yang lain. 
Segi statika, kondisi tepi (boundary condition) pelat dibagi menjadi :
Tertumpu bebas (plat di cor dengan dinding atau batu kali)à ujung tumpuan berputar
Tidak tertumpu (free) à harus diimbangi jepit penuh pada sisi lain
Jepit elastis à ujung tumpuan sedikit berputar, momen negatif ada tapi kecil
Jepit penuh (cor monolit dengan balok / kolom) à ujung tummpuan tidak berputar , ada momen negatif yang besar .

Berdasarkan aksi strukturalnya, pelat dibedakan menjadi empat (Szilard, 1974)

Pelat kaku : merupakan pelat tipis yang memilikki ketegaran lentur (flexural rigidity), dan memikul beban
dengan aksi dua dimensi, terutama dengan momen dalam ( lentur dan puntir) dan gaya geser transversal,
yang umumnya sama dengan balok. Pelat yang dimaksud dalam bidang teknik adalah pelat kaku, kecuali
jika dinyatakan lain. 

Membran : merupakan pelat tipis tanpa ketegaran lentur dan memikul beban lateral dengan gaya geser aksial
dan gaya geser terpusat. Aksi pemikul beban ini dapat didekati dengan jaringan kabel yang tegang karena
ketebalannya yang sangat tipis membuat daya tahan momennya dapat diabaikan.

Pelat flexibel : merupakan gabungan pelat kaku dan membran dan memikul beban luar dengan gabungan aksi
momen dalam, gaya geser transversal dan gaya geser terpusat, serta gaya aksial. Struktur ini sering dipakai
dalam industri ruang angkasa karena perbandingan berat dengan bebannya menguntungkan .

Pelat tebal : merupakan pelat yang kondisi tegangan dalamnya menyerupai kondisi kontinu tiga dimensi .

PERENCANAAN PLAT
1. Tebal Pelat

Tabel di atas menggunakan beton normal (w =2300 kg/m3 dan baja tulangan fy = 400 Mpa
Untuk beton ringan ( w = 1500 s/d 2000 kg/m3nilai harus dikalikan dengan (1,65-0,005 Wc) dan tidak kurang dari 1,09 di mana Wc = unit masa dlm kg/m3
Untuk fy lain dari 400 Mpa, nilai harus dikalikan dengan (0,4 + (fy/700))

Untuk lebih jelas bisa download cara perhitungan pelat lantai disini

Jumat, 20 September 2013

civil in action #2


temukan perbedaannya :)

Kamis, 19 September 2013

Pesona Green Canyon Jogja

Sabtu-Minggu kemarin ane diajak maen sama temen ane yang di Jogja. Ane diajak ke kali, bak bidadari kecemplung  kali ane maen-maen kecipukan disitu tuh, nama tempatnya Jembatan kuning pokoknya bagus deh tempatnya, terletak di daerah Imogiri apa Mangunan gitu, apa tempatnya namanya mangunan, ane gak ngerti. ane liatin poto2 nya ya. kalo keatsa lagi kita bisa liat pemandangan perbukitan hijau, di taman buahnya. Ya mungkin bisa jadi salah satu tempat tujan agan2 diakhir pekan ini. :)





PENGERTIAN AWAL BETON

- Beton Polos (kuat desak tinggi)
-Tulangan Baja (kuat tarik tinggi)



Adukan beton terdiri dari campuran semen (pc), agregat halus (pasir), agregat kasar (krikil), dan air dalam selang waktu tertentu. Adukan beton harus menjadi padat, kera, dan kedap air, dan juga harus kental (plastis).

Benda uji beton berupa kubus berukuran 150mm x 150mm dan silinder berdiameter 150mm, tinggi 300mm.
untuk benda uji kubus, harus digunakan konversi kuat desak  fc' (kualitas beton yang diisyaratkan dalam Mpa) sbb:

f'c = {0,76+0,2Log(f'ck/15)}f'ck

f'ck  : kuat desak rancang dengan kubus 150mm (Mpa)

contoh soal :

Hasil uji kubus diperoleh nilai k-225. Berapa nilai bila di konversi ke silinder ?

Penyelesaian :
α = 0,76 + 0,2  Log (22,5/15)
   = 0,806

f'c = α f'ck =0,806. 25,5 = 20,55 Mpa

Penyebab Banjir

Penyebab Banjir
Yang dapat dikendalikan/diawasi
-perubahan tata guna lahan
-partisipasi masyarakat : pembuangan sampah, bangunan liar, kerusakan bangunan drainase
-erosi dan sedimentasi
-penurunan tanah , rob - akibat pengambilan air tanah yang berlebihan
-ilmu pengetahuan dan teknologi

Tak dapat di kendalikan (uncontrollable causes)--- alam

-fisiografi
-Geologi
-Klimatologi (angin, kelembaban, dll)

FISIOGRAFI DAN TOPOGRAFI

-lahan datar/ cekungan2 menghasilkan limpasan permukaan yang kecil dibandingkan lahan terjal.
-lahan memanjang ke arah kemiringan menghasilkan limpasan permukaan lebih kecil namun berlangsung lama dibandingkan melebar

GEOLOGI

menentukan laju dan kapasitas infiltrasi yang mempengaruhi limpasan permukaan

TATA GUNA LAHAN

dinyatakan dalam koefisien limpasan permukaan dan kecepatan limpasan permukaan

- kecepatan limpasan permukaan berbanding terbalik dengan waktu konsentrasi
-waktu konsentrasi berpengaruh terhadap intensitas hujan
-besar hasilnya intensitas hujan berpengaruh pada Q puncak
-besarnya limpasan permukaan dinyatakan dalam persamaan :

Q = 0,00278 CIA


dimana :

C  : Koefisien limpasan
I    : Intesitas hujan
A  : Luas DAS
Q  : Debit banjir

EROSI DAN SEDIMENTASI

-ketidakmampuan saluran drainase menampung debit, yang mengakibatkan penurunan kapasitas saluran.
-penurunan kapasitas saluran diakibatkan sedimentasi, dan bangunan liar
-sumber sedimentasi adalah erosi lahan dan sampah
-erosi meningkat akibat adanya pembukaan lahan pengeprasan bukit.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India