Selasa, 21 Maret 2017

Tes Radiography Pada Tangki Timbun

Tes Radiography adalah   salah satu metode pengujian Non Distructive tes (tes tanpa merusak struktur) untuk mengetahui komponen/struktur dalam. jadi untuk mengatuhui kalau ada kerusakan pada saat pengelasan. 

Disini saya akan membahasa mengenai jumlah titik yang dibutuhkan untuk tes radiography berdasarkan API 650. namun sekiranya ada yang salah dari postingan saya mohon di review kembali ya.


untuk tebal plat kurang atau sama dengan 10 mm dapat dihitung berdasarkan langkah2 berikut :

1.untuk vertikal tangki, Berapa jumlah orang yang mengelas tangki misal ada 10 orang jadi jumlah titik 3 m awal ada 10 titik setelah itu dihitung 1 titik setelah kelipatan 30 m. Pertanyaannya adalah kalau tinggi tangki kurang dari 30 m, masih sama perhitungan awal tetap ditambah 1 titik sembarang setelah 3 m. jadi titik vertikal = 10 + 1 = 11 titik

2. untuk horisontal persambungan plat dihitung ambil titik awal kemudian ambil 3 m kemudian hitung setelah kelipan 60 m atau diantara 3-60 m. jadi misal diameter 15 m , kelilingnya 3,14 x 15 m = 47,1 m. kok kurang dari 60 m?? jadi hitungnya 1+1 = 2 titik.

3. vertikal bawah, disetiap titik las antara plate 1 dengan plate lain.  (seperti gambar diatas)



untuk tebal plat lebih dari 10 mm dan kurang dari 25 mm dapat dihitung berdasarkan langkah2 berikut :

1.untuk vertikal tangki, Berapa jumlah orang yang mengelas tangki misal ada 10 orang jadi jumlah titik 3 m awal ada 10 titik setelah itu dihitung 1 titik setelah kelipatan 30 m. Pertanyaannya adalah kalau tinggi tangki kurang dari 30 m, masih sama perhitungan awal tetap ditambah 1 titik sembarang setelah 3 m. jadi titik vertikal = 10 + 1 = 11 titik

2. untuk horisontal persambungan plat dihitung ambil titik awal kemudian ambil 3 m kemudian hitung setelah kelipan 60 m atau diantara 3-60 m. jadi misal diameter 15 m , kelilingnya 3,14 x 15 m = 47,1 m. kok kurang dari 60 m?? jadi hitungnya 1+1 = 2 titik.

3. vertikal bawah, disetiap titik las antara plate 1 dengan plate lain.  (seperti gambar diatas)

4. Pertemuan antara titik vertikal dan horisontal serta diantara titik horisontal (sesuai gambar) atau (no.3 + no.3 -1) = jumlah titik

5. titik  vertikal bawah = dengan nomor 3.




Nah kalo yang lebih dari 25 mm bisa diitung seperti ilustrasi diatas. 

Jumat, 17 Maret 2017

Perbedaan antara Plastis, Elastis dan Daktilitas

Saya itu termasuk orang yang terlambat dalam memahami sesuatu. sering lupa sama istilah-istilah yang penting dalam dunia ilmu sipil. pas ditanya temen apa perbedaan antara plastis, elastis, dan daktilitas saya mikir lama banget *malu banget karena saya gak pernah dengerin dosen nerangin, malah asik ngobrol sendiri dengan temen. Jadi saya buka-buka internet nyari apa sih itu elastis, plastis dan daktilitas?

Plastis adalah sifat benda yang gak bisa kembali ke bentuk semula. ambil contoh aja adonan kue pas habis di oven kan gak bisa tuh balik seperti semula, intinya sih benda yang pas dirubah bentuknya gak bakal bisa kembali seperti semula (kaya hati yang sudah menemukan tambatan hati baru, gak bakal kan balik kaya dulu sama mantan kalo gak cinta lagi) eh.

Elastis adalah sifat beda yang mau kamu bentuk bentuk sedemikian rupa bakal balik ke bentuk aslinya. contohnya karet, mau kamu tarik seberapa panjang pun akan balik lagi. (kaya jodoh mau jungkir balik kalo dia jodoh kamu juga bakal balik lagi)

Daktilitas adalah seberapa lama sutu benda mampu menahan plastisnya. (kaya kamu yang lagi cinta-cinta trs diputusin ditengah jalan)

wah, mimin kayanya lagi seneng sama perumpamaan cinta-cintaan nih.

Nanti dilanjut lagi ya yang lebih spesifik.

Salam

Kamis, 18 Juni 2015

Gelombang Kejut (Shock Wave)

Apabila suatu arus lalu lintas bergerak teratur kemudian terdapat hambatan di depannya maka pada titik ruas jalan tersebut kepadatannya akan membesar sampai pada kendaraan di belakang. Kemudian apabila jalan dibuka gelombang kepadatan bergerak dengan kecepatan tertentu, hal ini disebut dengan gelombang kejut. Kondisi ini terjadi pada ruas jalan yang memiliki hambatan seperti gelombang kejut yang terjadi di simpang yang bersinyal yang dikarenakan oleh nyala lampu merah dan hijau secara periodik atau pada pintu penutupan dan pembukaan rel kereta api yang terjadi secara periodik dalam sehari.

Selasa, 14 April 2015

Wire Mash

Wire Mash adalah Besi yang bentuknya seperti kawat yang dianyam menjadi lembaran dengan mutu kawat baja U50 (fy = 500 Mpa). Di indonesia Wiremash dikenal dengan nama besi anyam. Jenis besi wiremash ada dua, yaitu :
1.    Berupa lembaran. Ukuran standarnya adalah 2,1 meter x 5,4 meter.
2.    Berupa gulungan atau roll. Ukurannya lebar 2,1 meter dan panjangnya bisa mencapai 54 meter.
Wiremesh banyak digunakan untuk bahan penguat atau tulangan dalam pengecoran, seperti untuk pengecoran jalan dan lantai. Besi wiremash yang baik adalah yang proses pembuatanya menggunakan sistem las otomatis. Jadi jarak antar kawat selalu sama dan seragam. Demikian pula dengan penampang lintang, juga selalu konsisten. Sehingga kawat pada besi wiremash tidak akan pernah berkurang serta semua susunan selalu berada diposisinya masing-masing.
Berikut beberapa keuntungan dari penggunaan wiremash, adalah :
·         Dengan penggunaan wiremesh tidak perlu proses merangkai besi plat
·         Dengan penggunaan wiremesh dan steel deck dapat mereduksi jumlah perancah

·         Tulangan plat bawah dapat dihilangklan karena fungsinya digantikan metal deck.


Steel Deck

Steel Deck merupakan plat baja galanized pengganti papan bekisting yang dipergunakan sebagai lapisan paling dasar pada pengecoran dak beton. Plat ini memiliki tebal 0,75 mm terbuat dari baja High Tensil G550. Permukaannya berprofil gelombang menyerupai huruf W. Profil ini berfungsi untuk memperkuat daya lekat beton ke plat terhadap gaya geser dan konstruksi dak. Selain itu juga memperkecil kemungkinan retak pada hasil pengecoran.
Keuntungan Steel Deck antara lain :
·           Menghemat penggunaan perancah atau tiang-tiang penyangga saat proses pengedakan.
·           Menghemat volume adukan cor semen, karena permukaannya yang bergelombang yang berfungsi juga sebagai penguatan.
·           Menghemat waktu pengerjaan karena dengan campuran cor yang tepat, tiang-tiang perancah dapat dilepas lebih cepat.
Kerugian Steel Deck adalah plat baja yang dapat menuai karena temperatur maka disarankan untuk memakai tulangan susut yang berfungsi untuk mengatasi keretakan lantai beton akibat perubahan temperatur dan membagi beban merata. Untuk plat antara 9-12 cm digunakan jaring kawat berdiameter 5 mm dan untuk ukuran 13-16 cm dapat digunakan jaring kawat berdiameter 8 mm.


Minggu, 17 Agustus 2014

Perencanaan Transportasi

Untuk Materi bisa di download di link dibawah ini :

Konsep Perencanaan Transportasi


STRUKTUR PELAT

Definisi
Pelat adalah elemen horizontal struktur yang mendukung beban mati maupun beban hidup dan menyalurkannya ke rangka vertikal dari sistem struktur

Tinjauan Umum Pelat
Pelat merupakan struktur bidang (permukaan) yang lurus, (datar atau melengkung) yang tebalnya jauh lebih kecil dibanding dengan dimensi yang lain. 
Segi statika, kondisi tepi (boundary condition) pelat dibagi menjadi :
Tertumpu bebas (plat di cor dengan dinding atau batu kali)à ujung tumpuan berputar
Tidak tertumpu (free) à harus diimbangi jepit penuh pada sisi lain
Jepit elastis à ujung tumpuan sedikit berputar, momen negatif ada tapi kecil
Jepit penuh (cor monolit dengan balok / kolom) à ujung tummpuan tidak berputar , ada momen negatif yang besar .

Berdasarkan aksi strukturalnya, pelat dibedakan menjadi empat (Szilard, 1974)

Pelat kaku : merupakan pelat tipis yang memilikki ketegaran lentur (flexural rigidity), dan memikul beban
dengan aksi dua dimensi, terutama dengan momen dalam ( lentur dan puntir) dan gaya geser transversal,
yang umumnya sama dengan balok. Pelat yang dimaksud dalam bidang teknik adalah pelat kaku, kecuali
jika dinyatakan lain. 

Membran : merupakan pelat tipis tanpa ketegaran lentur dan memikul beban lateral dengan gaya geser aksial
dan gaya geser terpusat. Aksi pemikul beban ini dapat didekati dengan jaringan kabel yang tegang karena
ketebalannya yang sangat tipis membuat daya tahan momennya dapat diabaikan.

Pelat flexibel : merupakan gabungan pelat kaku dan membran dan memikul beban luar dengan gabungan aksi
momen dalam, gaya geser transversal dan gaya geser terpusat, serta gaya aksial. Struktur ini sering dipakai
dalam industri ruang angkasa karena perbandingan berat dengan bebannya menguntungkan .

Pelat tebal : merupakan pelat yang kondisi tegangan dalamnya menyerupai kondisi kontinu tiga dimensi .

PERENCANAAN PLAT
1. Tebal Pelat

Tabel di atas menggunakan beton normal (w =2300 kg/m3 dan baja tulangan fy = 400 Mpa
Untuk beton ringan ( w = 1500 s/d 2000 kg/m3nilai harus dikalikan dengan (1,65-0,005 Wc) dan tidak kurang dari 1,09 di mana Wc = unit masa dlm kg/m3
Untuk fy lain dari 400 Mpa, nilai harus dikalikan dengan (0,4 + (fy/700))

Untuk lebih jelas bisa download cara perhitungan pelat lantai disini

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India