Rabu, 31 Juli 2013

Permasalahan Lalu Lintas dan Solusinya


Transportasi adalah pergerakan manusia, barang, dan informasi dari suatu tempat ke tempat lain dengan aman, nyaman, cepat, murah, dan sesuai lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Timbulnya transportasi didasarkan pada persoalan:
1.      Kebutuhan manusia akan barang, jasa, dan informasi  dalam proses kehidupannya
2.      Barang , jasa, dan informasi  tidak berada dalam satu kesatuan dengan tempat tinggalnya

Masalah lalu lintas yang sekarang ini sering muncul adalah: kemacetan, tundaan, kecelakaan, dan polusi.
Kemacetan dapat disebabkan oleh antara lain:
- sarana dan prasarana masih terbatas, manajemen lalu lintas yang belum berfungsi secara optimal,
- pelayanan angkutan umum penumpang belum memadai, dan disiplin pemakai jalan yang masih rendah.
Kemacetan akan menyebabkan terhambatnya proses aktivitas masyarakat dalam kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, dan lain-lainnya, serta menimbulkan pemborosan dalam hal waktu dan penggunaan energi.
Kecelakaan dapat menyebabkan cacat tubuh maupun hilangnya nyawa manusia, merupakan masalah yang cukup serius yang perlu diselesaikan.
Kendaraan di jalan merupakan sumber polusi suara maupun polusi udara yang cukup signifikan yang dapat menimbulkan efek pada kesehatan masyarakat, sehingga  diperlukan penanganan khusus dalam pembatasan kadar emisi gas buang.

Secara sederhana penyebab permasalahan lalu lintas dapat diuraikan sebagai berikut:
1.  Kemacetan (congestion) yang disebabkan oleh kapasitas ideal jalan sudah terlampaui dan atau manajemen penataan lalu lintas yang kurang baik
2. Kecelakaan (accident) yang disebabkan oleh perancangan geometrik jalan kurang baik, kondisi kendaraan dan atau kondisi jalan yang kurang bagus, disiplin pemakai jalan yang rendah, serta pengaturan lalu lintas yang kurang tepat.
3.  Tundaan (delay) disebabkan oleh pemborosan waktu perjalanan akibat turunnya rata-rata kecepatan kendaraan.
4.  Pemborosan konsumsi bahan bakar akibat seringnya pemakaian gigi rendah kendaraan akibat kemacetan
5.   Polusi, baik berupa polusi suara maupun udara.
 

Pertumbuhan penduduk serta pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi akan meningkatkan jumlah
pergerakan orang dan barang.
Jika pertumbuhan lalu lintas lebih besar daripada penambahan jumlah prasarana lalu lintas maka akan timbul berbagai problem lalu lintas.

Dewasa ini di daerah perkotaan penambahan jaringan jalan sudah bukan merupakan alternatif terbaik untuk
menyelesaikan problem lalu lintas.
Hal ini terjadi karena sudah padatnya lahan dalam kota sehingga pengembangan jaringan jalan baru
merupakan alternatif yang memerlukan biaya sangat besar.
Tingkat pertumbuhan kendaraan yang sangat tinggi ,tidak seimbang dengan  tingkat pertumbuhan jaringan
jalan, sehingga seberapapun besar penambahan jaringan jalan akan selalu dipenuhi oleh lalu lintas kendaraan
dan akhirnya problem lalu lintas akan selalu muncul.

Untuk itu maka diperlukan alternatif penyelesaian yang lain.

Pada daerah perkotaan dengan problem lalu lintas yang belum kompleks maka analisis tingkat ruas (link)
maupun analisis tingkat simpang (masing masing secara individual) masih bisa dipakai sebagai alternatif
penyelesaian.
Alternatif penyelesaian secara individual dapat diselesaikan dengan manajemen lalu lintas saja, sebagai
contoh penggunaan jalur satu arah, pengaplikasian alat pengatur lalu lintas yang tepat pada simpang,
pembuatan lapangan parkir, dan lain sebagainya.

Pada daerah perkotaan dengan problem lalu lintas yang sudah terjadi pada sebagian besar areanya analisis
lalu lintas yang harus dilakukan adalah analisis tingkat area.
 Penanganan problem lalu lintas ini sudah tidak bisa hanya dengan pengaturan lalu lintas saja, akan tetapi
harus secara terpadu yang biasa disebut dengan manajemen sistem transportasi. Secara garis besar
manajemen sistem trasnportasi terdiri dari pemakaian ruas jalan secara efisien, pengurangan jumlah
kendaraan di area yang padat (Transportation Demand Management dan penataan tata guna lahan) dan
penyediaan fasilitas transit.

Di negara maju pada beberapa tahun terakhir untuk menyelesaikan problem lalu lintas lebih ditekankan pada
pengaturan permintaan perjalanan (Travel Demand Management, TDM)
Pengaturan permintaan perjalanan dilakukan dengan menyebarkan periode permintaan puncak
(membedakan jam masuk/pulang sekolah, membedakan jam masuk/pulang kerja pada perusahaan dan lain
lain) atau pembatasan kepemilikan kendaraan pribadi atau pembatasan penggunaan kendaraan pribadi. pada
beberapa zona. Pembatasan penggunaan mobil pribadi harus diimbangi dengan penyediaan akses
transportasi alternatif.
Pada saat ini untuk mengatasi permasalahan lalu lintas Pemda DKI Jakarta sedang mengembangkan
penggunaan angkutan umum berupa bus dengan prioritas. Untuk memotivasi masyarakat maka disediakan
armada bus yang nyaman dan disediakan jalur khusus bus, busway, sehingga waktu tempuh berkurang.
Dengan berkurangnya waktu tempuh diharapkan pengguna mobil pribadi akan beralih ke bus, sehingga arus
lalu lintas akan berkurang dan kemacetan bisa dihindari.

Alternatif penanganan kemacetan yang bisa dilakukan pula di Jakarta adalah meningkatkan pertumbuhan
prasarana transportasi yang tidak memerlukan/mengganggu prasarana transportasi yang ada di permukaan
tanah, sebagai contoh pengembangan sistem angkutan umum massa yang berada di bawah tanah (subway).
Moda yang bisa digunakan antara lain tram atau kereta api listrik. Hanya saja perencanaan dari
pembangunan prasarana ini harus mempertimbangkan aksesibilitas antar moda sehingga akan terwujud suatu
Sistem Angkutan Umum Transportasi Perkotaan Terpadu (SAUTPT).



2 komentar:

Unknown mengatakan...

izin ngutip ya.....

mronggos mengatakan...

iya silahkan :)

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India