Minggu, 17 Agustus 2014

Perencanaan Transportasi

Untuk Materi bisa di download di link dibawah ini :

Konsep Perencanaan Transportasi


STRUKTUR PELAT

Definisi
Pelat adalah elemen horizontal struktur yang mendukung beban mati maupun beban hidup dan menyalurkannya ke rangka vertikal dari sistem struktur

Tinjauan Umum Pelat
Pelat merupakan struktur bidang (permukaan) yang lurus, (datar atau melengkung) yang tebalnya jauh lebih kecil dibanding dengan dimensi yang lain. 
Segi statika, kondisi tepi (boundary condition) pelat dibagi menjadi :
Tertumpu bebas (plat di cor dengan dinding atau batu kali)à ujung tumpuan berputar
Tidak tertumpu (free) à harus diimbangi jepit penuh pada sisi lain
Jepit elastis à ujung tumpuan sedikit berputar, momen negatif ada tapi kecil
Jepit penuh (cor monolit dengan balok / kolom) à ujung tummpuan tidak berputar , ada momen negatif yang besar .

Berdasarkan aksi strukturalnya, pelat dibedakan menjadi empat (Szilard, 1974)

Pelat kaku : merupakan pelat tipis yang memilikki ketegaran lentur (flexural rigidity), dan memikul beban
dengan aksi dua dimensi, terutama dengan momen dalam ( lentur dan puntir) dan gaya geser transversal,
yang umumnya sama dengan balok. Pelat yang dimaksud dalam bidang teknik adalah pelat kaku, kecuali
jika dinyatakan lain. 

Membran : merupakan pelat tipis tanpa ketegaran lentur dan memikul beban lateral dengan gaya geser aksial
dan gaya geser terpusat. Aksi pemikul beban ini dapat didekati dengan jaringan kabel yang tegang karena
ketebalannya yang sangat tipis membuat daya tahan momennya dapat diabaikan.

Pelat flexibel : merupakan gabungan pelat kaku dan membran dan memikul beban luar dengan gabungan aksi
momen dalam, gaya geser transversal dan gaya geser terpusat, serta gaya aksial. Struktur ini sering dipakai
dalam industri ruang angkasa karena perbandingan berat dengan bebannya menguntungkan .

Pelat tebal : merupakan pelat yang kondisi tegangan dalamnya menyerupai kondisi kontinu tiga dimensi .

PERENCANAAN PLAT
1. Tebal Pelat

Tabel di atas menggunakan beton normal (w =2300 kg/m3 dan baja tulangan fy = 400 Mpa
Untuk beton ringan ( w = 1500 s/d 2000 kg/m3nilai harus dikalikan dengan (1,65-0,005 Wc) dan tidak kurang dari 1,09 di mana Wc = unit masa dlm kg/m3
Untuk fy lain dari 400 Mpa, nilai harus dikalikan dengan (0,4 + (fy/700))

Untuk lebih jelas bisa download cara perhitungan pelat lantai disini

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India